maaf slide alprostrukdat terlambat di upload. berikut slidenya
slide linked list : lecture 8_10
|
||||||
|
maaf slide alprostrukdat terlambat di upload. berikut slidenya slide linked list : lecture 8_10 pada klirumologi kali ini akan dibahas dua kata kita dan kami. kedua kata tersebut sebenarnya sudah pernah saya tuliskan pada blog sebelumnya, tapi entah karena alasan apa tulisan itu hilang. baik, akan kita ulas lagi permasalahan ini. kita dan kami pada KBII memiliki makna sebagai berikut. Kami : yang berbicara bersama dengan orang lain (tidak termasuk orang yang diajak berbicara). sedang kata Kita : pronomia persona pertama jamak, yang berbicara bersama dengan orang lain termasuk yang diajak berbicara. saya yakin semua pembaca artikel ini paham atas maksud kedua kata tersebut. namun saya tidak yakin bahwa kita memperlakukan kedua kata itu dengan tepat. kata kita bisa dikatakan lebih dominan dipergunakan bila dibanding kami. kata kita terkadang dipergunakan untuk memaknai kami. hal ini adalah salah. kata kami berarti orang yang diajak berbicara tidak termasuk di dalamnya. sebagai contoh pada kondisi di mana ada 3 orang pemuda berandalan ditangkap polisi. dan ketika diinterograsi, ketiga berandalan ini mengatakan “kita tidak melakukan apa-apa pak polisi. beneran deh”. pada konteks contoh di atas penggunaan kata kita adalah salah. polisi seharusnya tidak diikut sertakan pada kegiatan ketiga berandalan itu. yah kesalahan ini sering terjadi di masyarakat, dan akan tetap sering terjadi bila mana kita tidak memahami bahwa bahasa kita sudah mengatur dengan detail kata-kata yang dipilihnya. saya pribadi terkadang sering salah dalam menggunakan dua kata di atas. semoga ke depan kita semua semakin paham atas kesalahan ini. Hari ini saya mendengar kata yang sering saya komplain meski terkadang mengucapkan kesalahan yang sering saya komplain ini juga. kata ubah dalam KBBI diartikan sebagai tukar / ganti. kata dasar ini sering kali diucapkan dengan imbuhan, baik per -, per – an, ter -, dan sebagainya. penggunaan imbuhan-imbuhan tadi tidak menimbulkan kesalahan pada masyarakat. namun tidak dengan me -. pada saat ubah diketemukan dengan awalan me -, maka akan menjadi kata ‘mengubah’. kesalahan pada masyarakat adalah menuliskan dengan kata ‘merubah’. kedua kata ini jelas memiliki makna yang berbeda. kata pertama ‘mengubah’ adalah kata yang benar menurut KBBI. kata ini berarti menjadikan lain dari semula (makna lain tidak penulis tuliskan). kata kedua adalah ‘merubah’. kata ini tidak tepat jika diterapkan pada kata dasar ‘ubah’. kata merubah sebenarnya memiliki kedekatan makna menjadi rubah. dasar penulisan kata ini sebenarnya bisa dijelaskan sebagai berikut : pada saat awalan me -, diikuti kata dengan huruf pertama adalah u, maka dituliskan sebagai meng. hal ini selaras dengan contoh lain : mengucap, mengukur, mengulang, dan lain sebagainya. kata-kata tadi tidaklah diucapkan sebagau merucap, merukur, atau merulang. demikian ulasan ini saya tuliskan, semoga masyarakat dan diri sendiri semakin sadar bahwa kata ubah berbeda dengan rubah. ada beberapa slide yang bisa di download kali ini : materi setelah ADT adalah “ADT: point, garis, jam”. untuk itu silahkan bawa komputer masing-masing untuk dilakukan uji coba pada saat perkuliahan. persiapkan pula definisi dari type, dan operasi yang dilakukan pada masing-masing ADT. Bagi teman-teman yang dapat pembimbing Geladi adalah ATW, maka berikut pengumuman yang wajib dipatuhi : Presentasi Geladi akan dilakukan pada hari Kamis dan Jumat tanggal 23/24 September 2010. presentasi geladi dilakukan dengan cara : buat teman-teman yang mau menuliskan link blognya, silahkan komentar di thread di bawah ini. pengumpulan peer blog max tanggal 4 september 2010. jangan lupa tuliskan NIM, Nama, Kelas, dan Link blog kalian. format mengikuti contoh di bawah ini ya. NIM : 113070981 hari ini membaca langsung isu denominasi rupiah. meski sudah sempat mendengar isu ini 3 bulan yang lalu, tapi baru sekarang secara resmi isu digulirkan. kalau kita search di google dengan keyword tepat, seperti “denominasi rupiah”, atau kata lainnya, saya yakin akan mendapatkan banyak sekali artikel yang membahas hal ini. ok, mari kita tilik. beberapa artikel (detik) : http://www.detikfinance.com/read/2010/08/03/175225/1412968/5/bi-redenominasi-rupiah-hanya-hapus-beberapa-angka-nol, http://www.detikfinance.com/read/2010/08/03/145721/1412772/5/bi-yakin-redenominasi-rupiah-takkan-senasib-dengan-zimbabwe dari kedua artikel di atas, menurut saya tidak begitu mengkhawatirkan rencana pemerintah. yang harus diwaspadai adalah jangka panjang dari redenominalisasi. salah satu efek itu tertuang dalam kata inflasi. saya bukanlah ekonom, namun dengan logika saya, jika benar terjadi redenominalisasi, dengan membuat asumsi terjadi inflasi 3% hingga 8% per tahunnya, maka nilai rupiah kita akan kehilangan nilainya menjadi 1/2nya dalam kurun waktu 20 tahun hingga 10 tahun. namun saya tidak yakin pemerintah bisa mempertahankan angka ini. dugaan saya, range yang ada berkisar antara 15 hingga 8 tahun. bukan pesimis, namun banyak faktor seperti perdagangan bebas, dan hal lain yang akan memicu timbulnya inflasi. menurut saya, inflasi tidak hanya dipengaruhi oleh peredaran mata uang negara itu sendiri, namun juga akumulasi terhadap mata uang negara-negara lain. siapa yang akan menolak impor, atau ekspor jika mereka butuh atau punya barang dagangan. siapa yang tidak butuh makan, atau mau untuk menahan seumur-umur tidak mau makan produk luar? disanalah inflasi negara lain berpengaruh terhadap inflasi negara kita. pertanyaan lain apakah negara ini akan menjadi seperti zimbabwe? jawaban saya dengan redenominalisasi yang akan dilakukan BI memiliki kemungkinan yang sangat kecil. pelemahan nilai mata uang kita terbesar dalam waktu dekat adalah tahun 1997-1998. menurut ingatan saya, 1 USD setara Rp 2.500 sebelumnya. di tahun-tahun itu, rupiah menurun drastis hingga Rp. 15.000. namun kondisi saat ini berkata lain. lihat bahwa isu ini bergulir saat USD kehilangan taji. 1 tahun yang lalu, USD berada di kisaran Rp 9.500 hingga Rp 11.500. namun saat ini, USD sedang mengalami penurunan nilai hampir di semua mata uang dunia. dengan korelasi inflasi, menurut saya kemungkinan sangat kecil terjadi hal itu. jawaban lanjutan adalah benar yang dikatakan Pjs Gubernur BI Darmin Nasution, rencana ini dilakukan bukan dalam kondisi krisis dalam negeri. menurut saya cukup jauh Indonesia dari Zimbabwe. kalau kita bisa menjaga kerukunan hidup, menjaga keamanan, insyaAllah keterpurukan hyper inflasi akan jauh. keterpurukan inflasi mungkin saja terjadi, namun pendapat saya tidak dalam waktu dekat. Hal lain apa yang bisa dilakukan? itu menurut saya. klirumologi ini sudah lama ingin dituliskan, namun sangat ingin saat ngobrol santai antara teman dosen (kalau tidak salah pak faz, BDP, dan KMS). ok kenapa dengan kedua kata di atas. berikut adalah latar belakangnya. kita semua sudah kenal dengan kata rambut. pada kalimat : “rambutmu begitu indah”, sangat jelas terlihat mengacu ke mahkota yang ada pada manusia. namun coba perhatikan kalimat berikut : “Aduhhh… bulu kakinya lebat sekali…”. pada contoh kalimat terakhir, mungkin sedikit kita perlu kaji lagi. kata bulu pada KBBI berarti : 1. rambut pendek dan lembut pada tubuh manusia (bukan di kepala) atau binatang; 2. struktur lapisan luar kulit yang membentuk penutup tubuh bangsa unggas; kumpulan rambut banyak bertangkai spt pada unggas; 3. serabut halus pada tumbuh-tumbuhan. jika kita menilik arti kata di atas, mungkin klirumologi tidak tampak. yah, bulu sudah dipergunakan untuk memaknai rambut pendek pada tubuh manusia. namun jika kita mengacu pada taksonomi hewan, maka semantik bulu yang lebih tepat ada pada makna kedua. kumpulan rambut banyak bertangkai seperti pada unggas. bertangkai adalah salah satu syarat yang harus dimiliki bulu. bagian yang kedua adalah kumpulan. dan jika ditilik lebih jelas lagi menggunakan kaca pembesar, maka bulu mensyaratkan ada bagian yang bercabang. boleh dikatakan klirumologi kali ini adalah klirumologi yang sudah disyahkan. menurut pendapat pribadi penggunaan kata bulu pada : bulu ketek, bulu kaki adalah kurang tepat. meski demikian, saya pribadi sudah dan akan sering kali mempergunakan kata bulu sebagai pengganti rambut, mengingat kata ini telah mengalami perluasan makna. perluasan ini telah diterima oleh masyarakat, dan disyahkan pada KBBI. semoga bermanfaat. Buat pengunjung yang berminat menukarkan atau menghibahkan koleksi magnet griya dan yogyanya, monggo. silahkan komentar di bawah ini. berikut adalah koleksi yang sudah aku punya, dan beberapa yang double. Yang sudah punya: double/tripple : Buat teman-teman Geladi 2010. silahkan download di sini : resume Laporan Geladi berikut adalah format laporan resume geladi. mohon diisi dengan lengkap. sebarkan juga ke teman-teman yang lainnya. sekalian minta tolong dilengapi dan dikoreksi data pembimbing lapangannya. data yang harus ada adalah NIP, NAMA LENGKAP plus gelar, Unit Kerja. data ini harus dikumpulkan max tanggal 3 Agustus 2010 melalui comment. berikut adalah data awal pembimbing lapangan saya dapatkan dari HR Malang. silahkan dikoreksi jika salah. Infratel : Hanry Sucahyo |
||||||
|
Copyright © 2010 Agung Toto Wibowo - All Rights Reserved |
||||||
Recent Comments