Pergerakan Harga Dinar 2003-2010
Buat para pengunjung, ada informasi menarik mengenai peluang investasi. peluang itu adalah bentuk emas dinar. emas dinar sebenarnya adalah koin emas yang dipergunakan sejak zaman rasulullah Muhammad SAW. standarisasinya dilakukan pada kekhalifahan umar bin khattab. emas dinar menurut standar khalifah umar adalah seberat 4.25 gr.
sekitar tahun 2000, koin dinar mulai beredar dikalangan masyarakat Indonesia. salah satu tujuan pengedaran kembali koin dinar adalah penegakan syariat Islam dalam hal muamalah. selain koin dinar, terdapat pula koin dirham. koin dirham adalah koin perak dengan berat kurang dari 3 gr ( saya lupa pastinya
). koin dirham inilah yang diharapkan mampu dipergunakan untuk jual beli di masyarakat luas.
salah satu keuntungan pengubahan uang kertas menjadi dinar adalah ketahanan terhadap inflasi. seperti diketahui jika kita menyimpan uang di deposito, atau tabungan, maka akan terjadi kebaikan uang sebesar xx% menurut bunga yang berlaku saat itu. namun jangan salah, uang yang anda simpan, masih terkena dampak inflasi. coba ingat dimasa kecil kita, ada lagu dari melisa mengenai abang tukang bakso. harga bakso saat itu tidak lebih dari 500 rupiah. sekarang, bayangkan bakso yang kita beli dengan uang kertas. kegunaan ini disebut dengan sarana pelindung harta.
manfaat lain mengenai penggunaan dinar adalah untuk menghindari riba. seperti dijelaskan di atas, jika kita simpan uang di bank, mau tidak mau kita akan terkontaminasi dengan riba. namun tidak demikian dengan pengubahan bentuk dinar. kenaikan uang tidak dipengaruhi oleh riba, tapi dipengaruhi oleh daya beli. dinar tidak terpengaruh inflasi. jika dibaca sejarah, maka zaman rasullullah, 1 dinar setara dengan 1 atau 2 ekor kambing (domba). hingga saat inipun, 1 dinar masih seharga itu. bandingkan dengan uang kertas yang ada.
kenaikan harga dinar bukan karena riba, tapi karena sistem pasar yang sudah terkontaminasi dengan riba. harga-harga akan selalu melambung, tapi daya beli dinar masih tetap sama. ini menimbulkan ilusi seolah-olah harga dinar naik. tapi sesungguhnya adalah tetap. yang benar adalah harga/nilai uang kertas yang semakin mengalami penurunan.
bagi anda yang berminat untuk mengetahui sejarah perkembangan harga dinar, berikut adalah grafik harga dinar. namun mohon maaf, harga di bawah ini bukanlah harga resmi dari wakala, melainkan harga kompilasi. data diambil dari harga emas dunia dibandingkan dengan kurs tengah Bank Indonesia.
mengenai wakala, wakala berasal dari kata wakil. dalam hal dinar, untuk gampangnya, wakala adalah tempat distribusi dinar dirham ke masyarakat. hingga saat ini, ada beberapa wakala yang bisa anda temui, diantaranya wakala nusantara, dan dinar first.
pada chart di atas, terdapat beberapa garis. garis itu adalah harga harian. sedang garis yang lain adalah MA (moving average). moving average didapatkan dari rata-rata hari itu, hingga beberapa hari sebelumnya. untuk MA 21, berarti menggunakan sejumlah 21 data yang dirata-ratakan. jika anda pialang saham, atau pemerhati komoditi, mungkin tidak asing dengan MA. bagi anda yang belum banyak tahu (seperti saya), MA bisa dipergunakan untuk mengindikasikan tren harga. biasanya MA nilainya lebih rendah dibanding harga hari itu.
semoga bermanfaat.


bener2 siap investasi nih bung toto, sedikit tambahan 1 dinar benar setara 4,25 gram, tapi yang 22 karat, bukan 24 karat . ini jika kita pakai standar WTO ( World Trade Organization) saat ini.
benar sekali bahwa nilai tukar dinar dari dulu sampe sekarang tidak berubah, satu dinar dari dulu sampe sekarang bisa buat beli 1 kambing besar atau dua kambing menengah. subhanallah
oya, saya juga ada postingan yang bau2 konversi dinar ke rupiah
http://www.indonesiaoptimis.com/2009/06/menghitung-kekayaan-abdurrahman-bin-auf.html
hehehehe, cm bisa dakwah sedikit ustadz. g bisa sebanyak ustadz. sebenarnya bukan investasi, tapi sarana pelindung harta. buat tabungan haji (insyaAllah). ngajarin dikit-dikit ke mahasiswa tentang dirham perak. coz kemampuan mereka adalah dirham perak. alhamdulillah ada beberapa yang sering titip untuk dibelikan (baca tukarkan).
buat yang lain, kelupaan. keuntungan kita mengubah ke dinar/dirham adalah perhitungan zakat yang sudah pasti. (mohon koreksinya ustadz) 200 koin dirham dan 20 koin dinar adalah batasan untuk pengeluaran zakat. kalau dengan uang kertas, hangan harap bisa mendapat batas yang pasti. karena bisa saja hari ini kita pegang setara 20 koin dinar, besok terpuruk karena krisis.
hehehe jadi nambah lagi. salah satu keuntungan dinar adalah tahan terhadap krisis. ini dikarenakan dua fungsi dinar yakni sebagai mata uang, dan sebagai barang. uang kertas hanya berlaku sebagai uang, tidak sebagai barang. pada zaman krisis, anda tentu ingat bahwa harga barang semakin melonjak. karena dinar bisa berlaku sebagai barang, bisa dipastikan harganya juga melonjak. silahkan saja cari bukti sejarah di tahun 1998, atau bandingkan saat kejatuhan lehman brother (note di amerika dan negara yang terkena dampak).
pak’e, gambar na ra ketho alias gak keliatan. n gak mudeng, kayaknya harus lisan nech penjelasannya.
Aku juga mau posting artikel yang sama ah di blog saya
diclick saja pak di gambarnya jika kurang jelas. atau nanti saya email file gambarnya. hehehe penjelasan teknisnya saya juga belum 100% paham, tapi insyaAllah bisa dijelaskan semampu saya jika bertemu.
secara singkat kurang lebih seperti ini :
1. ada dua parameter utama yang bisa dijadikan acuan yakni MA21 (Moving Average 21 hari) dan MA30 (Moving Average 30 hari).
2. dari dua parameter ini, dilihat dan diamati jikalau terjadi perpotongan. ada dua kondisi dimana perpotongan terjadi yakni
(a) saat MA21 dari atas ke bawah memotong MA30,
(b) saat MA21 dari bawah ke atas memotong MA30.
3. kondisi 2.a disebut dengan overbuy (kelebihan pembelian). hal ini mengindikasikan bahwa pasar sedang melakukan konsolidasi terhadap barng yang dibelinya. kondisi overbuy ini mengindikasikan bahwa harga komoditas (saham/emas/minyak, etc) akan turun. saat inilah kita bisa menjual (jika ingin spekulatif) barang kita.
4. kondisi 2.b disebut oversell (kelebihan penjualan). hal ini mengindikasikan bahwa pasar sedang melakukan konsolidasi terhadap barang yang dijualnya. kondisi oversell ini mengindikasikan bahwa harga komoditas akan naik. saat inilah yang bisa kita gunakan untuk membeli (jika ingin spekulatif) barang yang akan dibeli.
5. bentuk lain yakni MA21 dengan MA60. jika kondisi stabil, maka harga cenderung stagnan. maka akan menghasilhan MA21, dan MA60 yang berhimpit. ini terlihat di tahun 2003 hingga 2006.
6. untuk MA21 dan MA60 yang berjauhan, menunjukkan adanya suatu gejolak. ini yang harus diwaspadai.
7. biasanya gejolak akan diusahakan untuk diredam oleh pasar, oleh pemerintah yang berkepentingan terhadap komoditi. namun sering kali redaman yang dilakukan tidak berhasil dalam jangka panjang. maka dari itu memungkinkan gejolak lain muncul. ini terlihat pada tahun 2007 hingga 2010. dan ada kemungkinan gejolak ini masih berlanjut 4 bulan hingga 3 tahun ke depan. (* semoga perkiraan saya salah).
begitu pak, semoga semakin terjelaskan.
Nice sharing, Pak.